Menu

Mode Gelap
Kapan Musim Kemarau 2024? Begini Penjelasan BMKG Kota Semarang Dikepung Banjir Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua Makhamah Konstitusi 2023-2028 Bawaslu: Empat Kabupaten dan Kota di Papua Rawan Tinggi Dalam Pemilu 2024 GBT Siap Gelar Piala Dunia U-17

Ekonomi · 14 Jul 2022 15:40 WIB ·

UMKM Mampu Serap 97 Persen Tenaga Kerja Nasional


 Menurut Presiden kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional besarannya mencapai 61 persen. Sedangkan penyerapan tenaga kerja hingga 97 persen. (Foto: Setneg) Perbesar

Menurut Presiden kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional besarannya mencapai 61 persen. Sedangkan penyerapan tenaga kerja hingga 97 persen. (Foto: Setneg)

JURNALPOST, Jakarta – Rabu (13/7) Presiden Joko Widodo menghadiri acara Pemberian NIB Pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) Perseorangan Tahun 2020 di Gedung Olahraga Nanggala Kopassus, Jakarta.

Pada kesempatan itu Presiden Joko Widodo menekankan pentingnya para pelaku UMKM untuk memiliki izin berusaha dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Bahkan Presiden juga mengatakan bahwa sebenarnya UMKM berkontribusi besar terhadap perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di Tanah Air.

Menurut Presiden kontribusi UMKM terhadap ekonomi nasional besarannya mencapai 61 persen. Sedangkan penyerapan tenaga kerja hingga 97 persen.

“Kita memiliki 65,4 juta UMKM, ini data per 2021, dan kontribusi terhadap perekonomian kita, PDB kita, besar sekali 61 persen. Dan penyerapan tenaga kerja 97 persen. Sebab itu pemerintah kalau enggak mengurus UMKM, keliru, salah besar. (Angka) Itu dari UMKM, bukan (dari perusahaan) yang gede-gede, ini perlu dicatat,” ungkap Presiden.

Terkait itu Kepala Negara menginstruksikan pemerintah daerah untuk mendorong pengusaha UMKM segera mendapatan NIB. Presiden memastikan proses pengajuan NIB sudah lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

“Sekarang sudah sampai angka 7 ribu sampai 8 ribu per hari. Yang saya minta 100 ribu per hari izin harus keluar,” tegas Presiden.

NIB ini bermanfaat, imbuh Presiden, bagi para pelaku UMKM. Salah satunya dalam mendapatkan bantuan usaha mikro dari pemerintah dan memanfaatkan program Kredit Usaha Mikro (KUR).

“Ajak mereka semuanya pegang NIB, biar kalau mau ambil kredit di bank mudah. Kalau nanti ada bantuan untuk usaha-usaha mikro dari pemerintah juga mudah,” ujar Presiden.

Para pelaku UMKM, lanjut Presiden, diharapkan untuk segera meningkatkan kualitas produk yang dijual. Mulai dari kemasan, desain, dan material yang digunakan. Hal itu agar produknya dapat segera masuk ke pasar ekspor.

Baca juga:
Usia 56 Bisa Klaim JHT, Prosesnya 15 Menit
Produk Olahan Ubi UMKM Kuningan Disukai di Italia

“Ini semua harus diteruskan ke level yang lebih tinggi, dan akhirnya produk-produk seperti itu akan mudah untuk masuk pasar ekspor. Tapi hati-hati, sekarang batas antarnegara itu sudah tidak ada. Ekspor ke semua negara sangat mudah sekali,” tutur Presiden.

Penulis: Micky Wijaya
Editor: Djali Achmad

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 19 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gaji 5 Juta Kini Kena Pajak?

3 Januari 2023 - 07:14 WIB

Gaji 5 Juta Kini Kena Pajak?

Menko Luhut: Penggunaan Sistim Digitalisasi Pelabuhan Indonesia Akan Lebih Efesien dan Hindari Korupsi

28 Desember 2022 - 14:34 WIB

Digitalisasi Pelabuhan

Dukung Pengembangan Electric Vehicle, Menko Airlangga Dorong Investasi Sektor Industri Otomotif

27 Desember 2022 - 15:56 WIB

Menko Airlangga

Kabupaten Kudus Gelar UMKM Expo Guna Dongkrak Pengembangan Ekonomi Kreatif

19 Desember 2022 - 07:10 WIB

UMKM Ecoprint

Pelaku Usaha IKM Gunungsitoli Dilatih Membuat Keripik Gamumu

12 Desember 2022 - 16:19 WIB

Kripik Gamumu

Citi Bersama Home Credit Dukung Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai 275 Miliar

10 Desember 2022 - 08:15 WIB

Citi Bank Home Credit
Trending di Ekonomi