Menu

Mode Gelap
Kapan Musim Kemarau 2024? Begini Penjelasan BMKG Kota Semarang Dikepung Banjir Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua Makhamah Konstitusi 2023-2028 Bawaslu: Empat Kabupaten dan Kota di Papua Rawan Tinggi Dalam Pemilu 2024 GBT Siap Gelar Piala Dunia U-17

Ekonomi · 19 Jun 2022 16:30 WIB ·

UMKM Diharapkan Jadi Tatanan Ekonomi Baru di Kabupaten Cirebon


UMKM Diharapkan Menjadi Tatanan Ekonomi Baru Bagi Kabupaten Cirebon. (Foto: Kemenparekraf) Perbesar

UMKM Diharapkan Menjadi Tatanan Ekonomi Baru Bagi Kabupaten Cirebon. (Foto: Kemenparekraf)

JURNALPOST, Cirebon – Pengembangan sub sektor ekonomi kreatif diharapkan dapat menciptakan 700 ribu lapangan kerja baru. Terkait itu Kemenparekraf mendorong pemerintah daerah dan pelaku ekraf untuk memperkuat pengembangan produk kreatif unggulannya.

“Kabupaten Cirebon punya potensi yang akan kita kembangkan asal kita bergandengan tangan. Saya serahkan Pak Bupati dan teman-teman ekraf untuk menentukan mana sub sektor ekraf yang menjadi unggulan,” kata Menparekraf Sandiaga Uno usai mengisi workshop Kreatif di Desa Alamanis Resort dan Vila, Cirebon, Minggu (19/6/2022).

Sandiaga menjelaskan, dengan mengembangkan produk ekonomi kreatif unggulan maka akan tercipta produk dengan kekhasan dari daerah tersebut. Sehingga, nantinya akan mendorong bangkitnya perekonomian daerah.

Ia juga mendorong pelaku ekraf Kabupaten Cirebon untuk mengembangkan dan menggali potensi yang dimiliki serta meningkatkan kualitas produknya melalui program Pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia.

“Kabupaten Cirebon punya kuliner beragam dan enak-enak, seperti Nasi Jamblang, Empal Gentong. Selain itu ada produk fesyen seperti batik Cirebon. Produk-produk sub sektor ekraf inilah yang harus ditingkatkan kualitasnya,” ujarnya dalam keterangan persnya.

Terkait pemasaran produk ekraf Kabupaten Cirebon, ia mengungkapkan bahwa pihak Kemenparekraf akan membantu memasarkan produk-produk tersebut melalui gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia.

“30 juta UMKM didorong masuk ke dalam platform dan onboarding digital. Didukung dengan adanya aturan dari pemerintah tentang kewajiban membeli produk-produk UMKM ini, karena masuk ke dalam melalui E-katalog,” kata Sandiaga.

Menurutnya, Kemenparekraf sangat mendukung karena produk ekraf bisa menciptakan peluang usaha dan kerja. Tahun ini, pihak Kemenparekraf menargetkan terbukanya lapangan kerja baru sebanyak 700 ribu dari sektor ekonomi kreatif.

“Kami harapkan ini menjadi tatanan ekonomi baru dan membawa Kabupaten Cirebon segera bangkit dan pulih,” kata Menparekraf.

Sementara itu, Bupati Cirebon Imron Rosyadi menyampaikan, kegiatan Workshop Kabupaten/Kota Kreatif diharapkan dapat memperluas pemasaran produk ekraf Cirebon. Sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha.

Baca juga:
Produk Olahan Ubi UMKM Kuningan Disukai di Italia
Moritz Hotel dan Kebangkitan Ekonomi Pariwisata di Penghujung Pandemi

“Masyarakat perlu dukungan akses modal dan pasar dalam mengembangkan produk ekonomi kreatifnya. Dengan hadirnya Menparekraf mendukung Kabupaten Cirebon, saya ucapkan terima kasih. Jangan bosan mendukung kami,” kata Imron.

Penulis: Sitha Siska
Editor: Djali Achmad

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gaji 5 Juta Kini Kena Pajak?

3 Januari 2023 - 07:14 WIB

Gaji 5 Juta Kini Kena Pajak?

Menko Luhut: Penggunaan Sistim Digitalisasi Pelabuhan Indonesia Akan Lebih Efesien dan Hindari Korupsi

28 Desember 2022 - 14:34 WIB

Digitalisasi Pelabuhan

Dukung Pengembangan Electric Vehicle, Menko Airlangga Dorong Investasi Sektor Industri Otomotif

27 Desember 2022 - 15:56 WIB

Menko Airlangga

Kabupaten Kudus Gelar UMKM Expo Guna Dongkrak Pengembangan Ekonomi Kreatif

19 Desember 2022 - 07:10 WIB

UMKM Ecoprint

Pelaku Usaha IKM Gunungsitoli Dilatih Membuat Keripik Gamumu

12 Desember 2022 - 16:19 WIB

Kripik Gamumu

Citi Bersama Home Credit Dukung Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai 275 Miliar

10 Desember 2022 - 08:15 WIB

Citi Bank Home Credit
Trending di Ekonomi