Menu

Mode Gelap
Kapan Musim Kemarau 2024? Begini Penjelasan BMKG Kota Semarang Dikepung Banjir Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua Makhamah Konstitusi 2023-2028 Bawaslu: Empat Kabupaten dan Kota di Papua Rawan Tinggi Dalam Pemilu 2024 GBT Siap Gelar Piala Dunia U-17

Opini · 3 Jun 2022 08:00 WIB ·

Strategi Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemula


Nunung Nurazizah. Anggota KPU Pandeglang, Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM. (Foto: Dok. Pribadi) Perbesar

Nunung Nurazizah. Anggota KPU Pandeglang, Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM. (Foto: Dok. Pribadi)

JURNALPOST | Pandeglang – Partisipasi pemilih dalam pemilu dan pemilihan adalah tanggung jawab bersama antara penyelenggara pemilu, pemerintah, partai politik dan segenap warga negara. Partisipasi tidak bisa dibebankan kepada salah satu pihak, semua harus bersatu padu menentukan strategi sesuai kapasitas masing-masing.

Dan partisipasi pemilih pemula adalah partisipasi pemilih yang banyak menjadi perhatian publik. Perhatian ini bisa saja menjadi tajam bila berkaca pada sikap apatis yang ditunjukkan mayoritas anak muda, terutama sejak meluasnya penggunaan media sosial. Hal ini tentu memiliki alasan yaitu secara kasat mata masyarakat melihat para kaum muda lebih asik dengan permainan dunia maya dibandingkan dunia nyata.

Apa Sebab Pemilih Pemula Apatis?

Pemilih pemula berada pada fase peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Pada fase ini mereka banyak bertanya dan berpikir keras untuk mendapatkan jawaban atas kepenasarannya. Banyak dari yang mereka lebih memilih internet atau media sosial sebagai sarana mendapatkan jawaban. Maka itu kita perlu memberikan bantuan penjelasan hal baik dan tidak baik.

Pembiaran ketidaktahuan generasi muda dapat membuat mereka gamang, atau yang terburuk bisa saja terjerumus pada informasi bohong atau hoaks, kampanye hitam yang bertebaran di media sosial.

Mengingat pribadi anak adalah peniru tingkah laku orang-orang disekitarnya, perilaku apatis juga dapat diasumsikan merupakan cerminan lingkungannya, baik itu di rumah, sekolah, ataupun masyarakat sekitarnya. Minimnya figur yang dapat dicontoh sebagai idola membuat mereka tidak percaya pada orang-orang disekitarnya sehingga memilih tidak peduli.

Faktor Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemula

Ada tiga faktor yang berperan sangat dominan dalam peningkatan partisipasi pemilih pemula, di antaranya orang tua, guru dan tokoh masyarakat. Peran guru di antaranya memberikan pembelajaran kewarganegaraan, hak dan kewajiban warga negara, sistem pemerintahan demokrasi, musyawarah untuk mufakat, kepatuhan terhadap Undang-Undang. Yang fokus pada penanaman pemahaman sebagai warga negara. Guru juga dapat memberikan contoh langsung proses pemilu melalui kegiatan pemilihan ketua kelas dan ketua OSIS.

Berikutnya peran orang tua yang tidak bisa dianggap kecil, terlebih mayoritas waktu anak adalah bersama orang tua di rumah. Orang tua berperan dalam penanaman karakter anak seperti berperilaku jujur, adil, saling hormat menghormati, gotong royong, dan musyawarah.

Sadarilah orang tua adalah guru dan model utama yang segala perilakunya dicontoh oleh anak, maka tampilkan peran terbaik saat berada bersama anak-anak kita. Kurangi sikap mendikte pilihan anak, berikan kesempatan anak untuk memaparkan kebenaran versinya dan kemudian orang tua meluruskan bagian-bagian yang dianggap tidak tepat.

Biasakan melakukan komunikasi untuk mentransfer informasi dan menyerap apa yang mereka fikirkan. Dengan segala pengalamannya orang tua dapat menciptakan suasana kondusif sehingga anak merasa nyaman dan percaya akan bimbingan orang tuanya dan tidak mudah terbawa arus berita hoaks diluaran.

Dan faktor ketiga adalah orang-orang dilingkungan anak. Kenapa lingkungan sangat berpengaruh? Karena lingkungan memberikan penajaman dan pengalaman atas semua pemahaman yang telah dimiliki anak di rumah dan di sekolah. Ibarat sebuah pisau, lingkungan akan terus mengasah karakter anak menjadi mirip dengan yang ada disekitarnya. Untuk itu anak memerlukan lingkungan yang baik, menerima dan merangkulnya pada hal-hal positif dan tidak mengungkungnya dalam stigma ”anak kecil tidak tau apa-apa”.

Strategi KPU Meningkatkan Partisipasi Pemilih Pemula

Untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemula program sosialisasi KPU goes to school cukup menarik perhatian. Dimana KPU bekerjasama dengan beberapa sekolah tingkat menengah untuk dapat bertemu langsung dengan calon pemilih pemula dan melakukan strategi komunikasi mengenai isu-isu demokrasi.

Selain itu, KPU memiliki program sosialisasi kepada beberapa organisasi profesi, diantaranya profesi guru/PGRI. Disisi lain, KPU program sosialisasi kepada tokoh pemuda, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan, serta tokoh lainnya masih dianggap cukup efektif untuk pemerataan informasi. Tokoh-tokoh disini pastinya yang dianggap memiliki kapasitas untuk dapat menyebarkan kembali informasi yang didapatnya dan menggiring pemilih untuk hadir di TPS.

Selain dengan strategi tatap muka langsung, KPU Pandeglang juga menyiapkan berbagai akun resmi media sosial dari berbagai platform; di antaranya Youtube, facebook, instagram, podcast, tiktok, twitter, yang dapat diakses oleh masyarakat kapan dan dimanapun.

Dengan konten pemberitaan yang menarik dan terkini, diharapkan akan memberikan pencerahan pada pemilih pemula yang selama ini aktif di media sosial. Pengemasan konten telah melalui tahap verifikasi kelayakan yang mempertimbangkan sisi informasi dan edukasi. Nara sumber yang dihadirkanpun dipercaya memiliki kewenangan dibidangnya masing-masing.

Dengan kemampuan anggaran yang cukup, tidak menutup kemungkinan KPU melakukan program-program kreatif yang menarik untuk pemilih pemula, seperti lomba menjadi presenter podcast, lomba fotografi, membuat lagu jingle pemilu/pemilihan, membuat video edukasi pemilu, dan lain sebagainya. Selain informatif dan memerlukan keterampilan khusus, jenis-jenis lomba ini lebih kearah hiburan ringan yang banyak diminati anak muda.

Penutup

Pemilih pemula adalah aset bangsa yang akan melanjutkan proses demokrasi ini dimasa depan. Untuk itu mereka harus mendapat informasi yang benar dengan porsi yang sesuai. Semoga dengan banyaknya strategi yang dilakukan KPU pandeglang, mereka akan lebih teredukasi dan terbangun kesadaran akan hak politiknya dalam pemilu dan pemilihan.

*Artikel telah tayang di situs KPU
Penulis: Nunung Nurazizah (Anggota KPU Pandeglang, Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM)

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 134 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pasca Reformasi Justru Sulit Memajukan Peradaban Negeri!

9 Mei 2023 - 13:46 WIB

Reformasi 1998

Lakukan 5 Hal ini Agar Tak Terkena Doxing

14 September 2022 - 17:02 WIB

Doxing

‘Ngakalin’ Subsidi BBM Lewat Aplikasi MyPertamina dan LinkAja

2 Juli 2022 - 09:21 WIB

BBM Bersubsidi

Penetapan Tarif Ojol, Garda Papua Desak Kemenhub Beri Wewenang Daerah

15 Juni 2022 - 17:00 WIB

Ojek Online

Pasar Entrop Mati Suri, Pedagang Andalkan Jualan Daring

13 Juni 2022 - 21:45 WIB

Pasar Tradisional

Orderan Ojol Sepi, Driver Jayapura Harap Ada Bonus Lagi

11 Juni 2022 - 18:00 WIB

Ojol
Trending di Pojok