Menu

Mode Gelap
Kapan Musim Kemarau 2024? Begini Penjelasan BMKG Kota Semarang Dikepung Banjir Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua Makhamah Konstitusi 2023-2028 Bawaslu: Empat Kabupaten dan Kota di Papua Rawan Tinggi Dalam Pemilu 2024 GBT Siap Gelar Piala Dunia U-17

Kesehatan · 13 Jun 2022 18:00 WIB ·

Presiden Perintahkan Tingkatkan Vaksinasi


 Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 13 Juni 2022. (Foto: BPMI Setpres/Kris) Perbesar

Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 13 Juni 2022. (Foto: BPMI Setpres/Kris)

JURNALPOST | Jakarta – Presiden Joko Widodo memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan pencapaian vaksinasi di Indonesia.

“Utamanya vaksinasi dosis ketiga,” kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam keterangan persnya usai rapat terbatas dengan Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (13/6/2022).

Presiden juga menghimbau masyarakat untuk kegiatan yang melibatkan banyak orang agar dapat memberikan pelayanan pemberian vaksin dosis ketiga.

“Arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan jumlah vaksin dosis ketiga,” ujar Airlangga Hartarto.

Airlangga juga mengatakan bahwa saat ini capaian vaksinasi dosis pertama yang masih di bawah 70 persen adalah provinsi Papua dan Papua Barat.

Sedangkan untuk capaian vaksinasi dosis kedua, saat ini 17 provinsi sudah mencapai di atas 70 persen dan 10 provinsi masih berada di bawah 70 persen.

“Provinsi yang masih relatif rendah di bawah 50 persen adalah Maluku, Papua Barat, dan Papua,” ungkap Airlangga.

Dari tingkat kesembuhan, imbuhnya, secara nasional 97 persen dengan angka kematiannya 2,58 persen. Dan penularan kasus kebanyakan lokal, sedangkan kasus dari perjalanan luar negeri sekitar 25 kasus.

“Kalau di luar Jawa Bali, BOR (bed occupation rate) dan Covid relatif rendah. Dan yang tertinggi hanya di Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah,” ucap Airlangga.

Dalam rapat tersebut, Airlangga turut melaporkan kepada Kepala Negara terkait realisasi anggaran pemulihan ekonomi nasional sebesar 20,9 persen.

Penurunan realisasi anggaran ini sebesar Rp 95,13 triliun dari Rp455,62 triliun. Realisasi tersebut terdiri dari berbagai bidang. Mulai dari penanganan kesehatan, perlindungan masyarakat, hingga pemulihan ekonomi.

“Ini antara lain untuk sektor pariwisata, dukungan UMKM, dan fasilitas perpajakan,” urai Airlangga.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kapan Musim Kemarau 2024? Begini Penjelasan BMKG

15 Maret 2024 - 16:05 WIB

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan wilayah-wilayah mana saja yang awal kemaraunya diprediksi mundur.

Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua Makhamah Konstitusi 2023-2028

10 November 2023 - 15:45 WIB

Mahkamah Konstitusi (MK)

GBT Siap Gelar Piala Dunia U-17

10 November 2023 - 14:33 WIB

Piala Dunia U-17 Indonesia

Cacar Monyet (Monkeypox): Penyebab dan Gejalanya!

9 November 2023 - 17:44 WIB

Cacar Monyet

Vaksinasi Cacar Monyet Diprioritaskan Bagi Penderita Homoseksual

9 November 2023 - 16:47 WIB

Cacar Monyet

Penyakit Cacar Monyet Melonjak, Waspada!

9 November 2023 - 16:15 WIB

Cacar Monyet
Trending di Kesehatan