Menu

Mode Gelap
Kapan Musim Kemarau 2024? Begini Penjelasan BMKG Kota Semarang Dikepung Banjir Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua Makhamah Konstitusi 2023-2028 Bawaslu: Empat Kabupaten dan Kota di Papua Rawan Tinggi Dalam Pemilu 2024 GBT Siap Gelar Piala Dunia U-17

Pariwisata · 15 Jun 2022 15:00 WIB ·

Potensi Wisata di Banda Neira Maluku


 Nilai historis Banda Neira memliiki potensi wisata yang tinggi. Pada masa penjajahan, keberadaannya diperebutkan oleh Belanda, Inggris, Portugal, Spanyol. (Foto: Kemenparekraf) Perbesar

Nilai historis Banda Neira memliiki potensi wisata yang tinggi. Pada masa penjajahan, keberadaannya diperebutkan oleh Belanda, Inggris, Portugal, Spanyol. (Foto: Kemenparekraf)

JURNALPOST | Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menemui Wakil Ketua I DPD RI, Nono Sampono, untuk membahas pengembangan potensi wisata di Kawasan Indonesia Timur, khususnya di Maluku.

Dalam pertemuan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (15/6/2022), Nono mengatakan, Maluku memiliki potensi wisata yang sangat kaya. Salah satunya Banda Neira yang mempunyai nilai historis yang mendalam.

“Pada jaman penjajahan, Banda Neira ini diperebutkan oleh empat negara Eropa yakni Belanda, Inggris, Portugal, dan Spanyol. Kemudian, Gubernur Jenderal Hindia Belanda (VOC) juga pernah berkantor di Banda Neira, yaitu Istana Mini,” kata Nono Sampono kepada Jurnalpost melalui siaran pers Kemenparekraf, Rabu kemarin.

Selain itu, imbuh Nono, Banda Neira punya kekayaan alam yang indah sehingga Banda Neira perlu dikembangkan lebih jauh potensi pariwisatanya.

Menanggapi pemaparan Nono, Sandiaga mengatakan, pihak Kementerian siap untuk berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait dalam mengembangkan potensi wisata di Maluku.

“Pada intinya kita sesuai dengan tugas dan fungsi kita mendorong peningkatan kinerja pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga.

Terlebih, imbuhnya, ibu kota Provinsi Maluku, Ambon telah diakui sebagai City of Music oleh UNESCO. “Ambon adalah satu-satunya kota musik di dunia,” kata Sandiaga.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Vinsensius Jemadu menambahkan, cerita-cerita sejarah yang ada di Maluku patut diangkat dalam pengembangan destinasi wisata.

“(Nilai-nilai sejarah) merupakan instrumen yang patut kita diangkat dalam pengembangan potensi wisata di Maluku,” kata Vinsensius.

Audiensi ini juga dihadiri oleh Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Oneng Setya Harini serta para direktur dan sekretaris deputi Kemenparekraf.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 268 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kapan Musim Kemarau 2024? Begini Penjelasan BMKG

15 Maret 2024 - 16:05 WIB

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan wilayah-wilayah mana saja yang awal kemaraunya diprediksi mundur.

Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua Makhamah Konstitusi 2023-2028

10 November 2023 - 15:45 WIB

Mahkamah Konstitusi (MK)

GBT Siap Gelar Piala Dunia U-17

10 November 2023 - 14:33 WIB

Piala Dunia U-17 Indonesia

Cacar Monyet (Monkeypox): Penyebab dan Gejalanya!

9 November 2023 - 17:44 WIB

Cacar Monyet

Vaksinasi Cacar Monyet Diprioritaskan Bagi Penderita Homoseksual

9 November 2023 - 16:47 WIB

Cacar Monyet

Penyakit Cacar Monyet Melonjak, Waspada!

9 November 2023 - 16:15 WIB

Cacar Monyet
Trending di Kesehatan