Menu

Mode Gelap
Kapan Musim Kemarau 2024? Begini Penjelasan BMKG Kota Semarang Dikepung Banjir Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua Makhamah Konstitusi 2023-2028 Bawaslu: Empat Kabupaten dan Kota di Papua Rawan Tinggi Dalam Pemilu 2024 GBT Siap Gelar Piala Dunia U-17

Ekonomi · 9 Jun 2022 15:00 WIB ·

Menkop UKM Minta Petani Gabung Koperasi


 Petani Bisa Dapat Nilai Tambah Dan Produktivitas Lebih Baik Lewat Koperasi. (Foto: Kemenkop UKM) Perbesar

Petani Bisa Dapat Nilai Tambah Dan Produktivitas Lebih Baik Lewat Koperasi. (Foto: Kemenkop UKM)

JURNALPOST, Medan – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan pentingnya bagi petani untuk mengkonsolidasikan diri dalam skala ekonomi bisnis melalui koperasi. Sebab hal itu bisa mendapatkan nilai tambah yang besar dan produktivitas menjadi lebih baik.

“Jadi para petani jangan berusaha perorangan dan saling bersaing, tapi harus ada desain model untuk bisnis mereka, dan hal ini dapat diwujudkan melalui koperasi,” kata Menkop UKM Teten Masduki saat dialog dengan Komunitas Petani Muda, Koperasi, Wirausaha dan UMKM Kota Medan di Kedai Minum Kopi, Medan, Sumatera Utara.

Lebih lanjut, Menteri Teten mencontohkan produktivitas kopi Indonesia yang masih kurang berkembang jika dibandingkan negara lainnya. Padahal, 96% kopi di Indonesia diproduksi di kebun petani.

Selain itu, kopi Indonesia juga memiliki ragam varietas di berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua. Hal ini menjadikan kopi Indonesia paling lengkap di dunia.

“Kita hanya memiliki masalah di bagian produktivitas dan pengolahannya. Ada yang dijemur di pinggir jalan kena debu, ada juga yang dikirimnya dicampur dengan produk lain seperti terasi. Kita harus selesaikan hal ini,” kata Teten dalam siaran persnya kepada Jurnalpost, Kamis 9 Juni 2022.

Dengan hadirnya koperasi, Teten yakin permasalahan seperti ini dapat diatasi. Fungsi koperasi juga dapat dijadikan pengumpul dari hasil panen petani. Tentu hal ini akan membuat petani tidak lagi sulit untuk menjual hasil panennya.

“Koperasi juga harus tampil sebagai offtaker, jadi mereka beli hasil panen petani secara tunai. Petani jadi enggak akan pusing produknya dijual kemana. Petani hanya fokus pelihara pertaniannya saja,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Serikat Petani Indonesia (DPW SPI) Sumatera Utara, Zubaidah mengatakan, dengan berkoperasi, para petani tidak akan lagi bergantung kepada perusahaan besar.

Dia mencontohkan para petani sawit jika berkoperasi akan mendapatkan nilai lebih dari tandan buah segar (TBS) sawit mereka.

“Ketika kita memiliki koperasi, harga TBS tidak akan lagi bergantung ke industri. Terlebih ada rencana dari pemerintah untuk membuat pabrik minyak makan merah oleh koperasi. Ini saat yang tepat dan harus kita manfaatkan pengembangan minyak makan merah ini melalui koperasi,” ujar Zubaidah.

Wali Kota Medan Bobby Nasution menambahkan, sosialisasi tentang manfaat mendirikan koperasi harus terus dilakukan kepada masyarakat secara masif. Pasalnya, masyarakat masih belum memahami secara utuh koperasi itu seperti apa.

“Masih banyak masyarakat yang menganggap koperasi itu tidak memiliki manfaat bagi mereka. Jadi harus disosialisasikan koperasi lebih masif lagi. Karena jangan kita lupakan dasar dari koperasi, sehingga masyarakat memahami pentingnya koperasi dibandingkan industri,” kata Bobby.

Penulis: Sitha Siska
Editor: Enrico R. Nikijuluw

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gaji 5 Juta Kini Kena Pajak?

3 Januari 2023 - 07:14 WIB

Gaji 5 Juta Kini Kena Pajak?

Menko Luhut: Penggunaan Sistim Digitalisasi Pelabuhan Indonesia Akan Lebih Efesien dan Hindari Korupsi

28 Desember 2022 - 14:34 WIB

Digitalisasi Pelabuhan

Dukung Pengembangan Electric Vehicle, Menko Airlangga Dorong Investasi Sektor Industri Otomotif

27 Desember 2022 - 15:56 WIB

Menko Airlangga

Kabupaten Kudus Gelar UMKM Expo Guna Dongkrak Pengembangan Ekonomi Kreatif

19 Desember 2022 - 07:10 WIB

UMKM Ecoprint

Pelaku Usaha IKM Gunungsitoli Dilatih Membuat Keripik Gamumu

12 Desember 2022 - 16:19 WIB

Kripik Gamumu

Citi Bersama Home Credit Dukung Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai 275 Miliar

10 Desember 2022 - 08:15 WIB

Citi Bank Home Credit
Trending di Ekonomi