Menu

Mode Gelap
Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua Makhamah Konstitusi 2023-2028 Bawaslu: Empat Kabupaten dan Kota di Papua Rawan Tinggi Dalam Pemilu 2024 GBT Siap Gelar Piala Dunia U-17 Cacar Monyet (Monkeypox): Penyebab dan Gejalanya! Vaksinasi Cacar Monyet Diprioritaskan Bagi Penderita Homoseksual

Pendidikan · 11 Jun 2022 15:00 WIB ·

Menilik Budaya Bahari di Tengah Masyarakat Suku Bajo


 Peserta Ekspedisi Jalur Rempah Nusantara saat di perkampungan Suku Bajo. (Foto: Kemendikbudristek) Perbesar

Peserta Ekspedisi Jalur Rempah Nusantara saat di perkampungan Suku Bajo. (Foto: Kemendikbudristek)

JURNALPOST | Baubau – Siapa yang tak kenal lagu Nenek Moyangku Seorang Pelaut? Lagu ini diketahui semua orang Indonesia. Namun apakah kita mengetahui suku-suku pelaut di Indonesia!

Salah satunya adalah Suku Bajo di Desa Bajo Bahari, Kota Buton yang termasuk dalam Provinsi Sulawesi Tenggara. Budaya Bahari di Suku Bajo yang diturunkan nenek moyangnya masih lestari hingga sekarang.

Suku Bajo adalah suku pengelana lautan yang turut meramaikan perniagaan laut Nusantara. Berpindah dari satu titik ke titik lainnya di perairan Nusantara. Mereka bertahan dengan mengembangkan budaya bahari yang terus berkembang.

Tokoh Adat Desa Bajo Bahari, Si Muswar menuturkan, Suku Bajo sejak dulu terkenal sebagai pengembara laut. Seiring perkembangan jaman, mereka mulai membangun rumah panggung sebagai tempat tinggal di atas permukaan laut lalu menetap di kawasan ini.

Meski kini arsitektur rumah sudah lebih modern, tetapi masih ada beberapa rumah asli dari suku Bajo yang bisa dilihat di desa ini. Mereka menggunakan kayu bakau yang menancap ke dalam dasar laut sebagai material tiang penopang rumah.

“Nenek moyang Suku Bajo menggantungkan hidupnya di laut. Bahkan dulu ketika belum punya rumah, mereka tinggal di atas Perahu Sope,” ungkap Muswar di Desa Bajo Bahari, Kamis (09/06/2022).

Ia menambahkan, Suku Bajo bermata pencaharian sebagai nelayan dengan perahu yang dibuat mereka sendiri.

Berbekal ilmu melaut yang diwariskan secara turun-temurun, suku Bajo melaut menyeberangi pulau-pulau besar mencari pencaharian utama, yakni ikan laut.

Meski begitu, mereka melaut tidak menentu sebab perjalanan melautnya menyesuaikan dengan cuaca kala itu.

Memasuki hari kedua di titik singgah Baubau dan Buton, Laskar Rempah yang melakukan ekspedisi bahari jalur rempah Indonesia menyaksikan adat istiadat setempat dan merasakan kehangatan interaksi dengan Suku Bajo.

Di atas perairan Pulau Buton ini, peserta ekspedisi dapat melihat perkampungan Suku Bajo yang terapung di lepas laut.

Salah seorang peserta ekspedisi Jalur Rempah Nusantara, Dimas Rudy Hartanto, berharap Suku Bajo bisa tetap lestari di Indonesia. Sebab Suku Bajo mewariskan ilmu pengetahuan melaut dan perkapalan dari nenek moyang kita.

“Ilmu-ilmu perkapalan tersebut bisa diturunkan ke generasi mendatang sehingga bisa melahirkan pelaut-pelaut andal selanjutnya,” tutur Dimas.

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 93 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua Makhamah Konstitusi 2023-2028

10 November 2023 - 15:45 WIB

Mahkamah Konstitusi (MK)

GBT Siap Gelar Piala Dunia U-17

10 November 2023 - 14:33 WIB

Piala Dunia U-17 Indonesia

Cacar Monyet (Monkeypox): Penyebab dan Gejalanya!

9 November 2023 - 17:44 WIB

Cacar Monyet

Vaksinasi Cacar Monyet Diprioritaskan Bagi Penderita Homoseksual

9 November 2023 - 16:47 WIB

Cacar Monyet

Penyakit Cacar Monyet Melonjak, Waspada!

9 November 2023 - 16:15 WIB

Cacar Monyet

Selama Dua Hari Menteri Budi Arie Kunjungan Kerja ke Riau

24 Agustus 2023 - 14:58 WIB

Trending di Ragam