Menu

Mode Gelap
Kapan Musim Kemarau 2024? Begini Penjelasan BMKG Kota Semarang Dikepung Banjir Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua Makhamah Konstitusi 2023-2028 Bawaslu: Empat Kabupaten dan Kota di Papua Rawan Tinggi Dalam Pemilu 2024 GBT Siap Gelar Piala Dunia U-17

Ekonomi · 23 Jul 2022 17:00 WIB ·

Kemekop UKM Memberikan Pelatihan Komplit Kepada UMKM Labuan Bajo


 Kemekop UKM Memberikan Pelatihan Komplit Kepada UMKM Labuan Bajo. (Foto: Kemenkop UKM) Perbesar

Kemekop UKM Memberikan Pelatihan Komplit Kepada UMKM Labuan Bajo. (Foto: Kemenkop UKM)

JURNALPOST, Labuan Bajo – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) bersinergi menghadirkan pelatihan dan bimbingan kepada UMKM di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Suzana Teten Masduki dari Bidang Pendanaan Dekranas mengatakan, kegiatan yang berlangsung dari 21-24 Juli 2022 itu bertujuan mengembangkan produk unggulan Labuan Bajo sebagai satu dari 5 Destinasi Super Prioritas Indonesia.

“Kegiatan ini berisikan rangkaian acara kolaborasi dengan tema Cerita Kriya, yang bertujuan mengembangkan para pelaku usaha khususnya pengembangan produk unggulan kriya khas Labuan Bajo,” ungkap Suzana dalam acara Cerita Kriya, Pengrajin Berdaya di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (22/7).

Lebih lanjut Suzana menegaskan, Indonesia boleh berbangga perannya dalam Presidensi G20 2022. Namun, hal yang lebih membanggakan adalah semangat UMKM dalam menyambut dan mengambil bagian dalam perhelatan besar itu.

“Saya telah melihat UMKM terutama yang memproduksi kriya untuk merchandise G20 dan memiliki kualitas yang baik dan indah,” ujar Suzana.

Dengan kualitas seperti ini Suzana yakin demand atau permintaan akan kriya karya Indonesia tidak akan berhenti di forum G20. Namun juga siap menyambut pemulihan ekonomi dengan kembalinya pengunjung ke Labuan Bajo.

“Itulah mengapa kami mengambil tema Cerita Kriya tahun ini. Meskipun sudah berkembang luar biasa kita masih harus terus memperbaiki beberapa hal agar perkembangannya layak ekspor dan menjadi pilar ekonomi Labuan Bajo dan NTT secara keseluruhan,” pungkasnya.

“Dengan G20, ini adalah tahun yang tepat dan terbaik untuk menggenjot kualitas produksi, manajemen, hingga akses pendanaan bagi UMKM Kriya, terutama di Labuan Bajo dan NTT. Tempat yang indah luar biasa ini banyak melahirkan kriya dengan filosofi dan craftmanship yang memukau. Lebih dari sanggup untuk memukau dunia,” terang Suzana.

Di tempat yang sama, Deputi Bidang Usaha Mikro KemenKopUKM Eddy Satriya turut menambahkan tentang tujuan penyelenggaraan kegiatan pelatihan itu.

Menurut Eddy, kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas di bidang produksi, pemasaran, pembiayaan, dan manajemen usaha koperasi dan UMKM di sektor kriya di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Adapun rangkaian kegiatan acara ini antara lain Bimbingan Teknis Pengawasan Koperasi, Sosialisasi Pembentukan Koperasi kepada Kelompok Usaha Produktif Masyarakat, Pelatihan Vocational bagi Usaha Mikro di Sektor Pariwisata.

Dilanjutkan dengan Bimbingan Peningkatan Mutu Produk Usaha Mikro di Kawasan/Klaster Pariwisata, Sosialisasi KUR, dan Open Desk Pendampingan Penerbitan Legalitas Usaha Berupa Nomor Induk Berusaha (NIB).

Lalu ada juga Pelatihan Vocational Design dan Branding Produk UKM Bersama, Bimbingan Teknis Kewirausahaan Penunjang Pariwisata Daerah, dan Fasilitasi Financial Matching bagi Wirausaha.

Hingga pelatihan tentang Fasilitasi Literasi Digitalisasi Keuangan, Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Keuangan Terintegrasi dengan SIDT-KUMKM, Sinergitas Pengembangan Produk Lokal Unggulan, serta Workshop Kewirausahaan Pengembangan Produk Unggulan Daerah.

Dalam acara itu dilaksanakan Penyerahan Simbolis Program Strategis Kementerian Koperasi dan UKM. Yaitu Penyerahan Simbolis Kredit Usaha Rakyat dan Penyerahan Simbolis Pemberian Pinjaman LPDB-KUMKM melalui KSP KOPDIT Suka Damai.

“Untuk mendukung Labuan Bajo sebagai Destinasi Super Prioritas diperlukan sinergitas semua pihak dalam rangka pengembangan produk-produk kreatif dan produk unggulan daerah termasuk produk kriya,” jelas Eddy.

“Oleh karena itu, diharapkan dengan sinergitas tersebut dapat mewujudkan koperasi dan UMKM yang berkualitas, berdaya saing, dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” tambah Eddy.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Barat Yulianus Weng mengapresiasi kegiatan itu. Menurutnya, kegiatan tersebut langsung bersentuhan dengan pelaku UMKM.

Yulianus menambahkan bahwa dalam masa jabatannya, ini pertama kalinya ada Kementerian memberikan pelatihan secara komplit dari hulu ke hilir. Yaitu dari produksi, perizinan, pembiayaan, pemasaran, hingga pendampingan.

Baca juga:
Kemenkop UKM Dukung Kemudahan Pengurusan Legalitas UMKM
20 UKM Mengisi Official Merchandise G20

“Kami mendukung penuh, gas full untuk pelaku UMKM baik pembinaan, modal, dan pemasaran produk. Melalui Dekranasda, kami juga melatih 10 UMKM di beberapa kecamatan dan hasil karyanya berupa topi dan selendang kemudian dibeli oleh Dekranasda serta Pemerintah Kabupaten untuk souvenir para tamu,” kata Yulianus Weng.

Penulis: Micky Wijaya
Editor: Djali Achmad

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gaji 5 Juta Kini Kena Pajak?

3 Januari 2023 - 07:14 WIB

Gaji 5 Juta Kini Kena Pajak?

Menko Luhut: Penggunaan Sistim Digitalisasi Pelabuhan Indonesia Akan Lebih Efesien dan Hindari Korupsi

28 Desember 2022 - 14:34 WIB

Digitalisasi Pelabuhan

Dukung Pengembangan Electric Vehicle, Menko Airlangga Dorong Investasi Sektor Industri Otomotif

27 Desember 2022 - 15:56 WIB

Menko Airlangga

Kabupaten Kudus Gelar UMKM Expo Guna Dongkrak Pengembangan Ekonomi Kreatif

19 Desember 2022 - 07:10 WIB

UMKM Ecoprint

Pelaku Usaha IKM Gunungsitoli Dilatih Membuat Keripik Gamumu

12 Desember 2022 - 16:19 WIB

Kripik Gamumu

Citi Bersama Home Credit Dukung Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai 275 Miliar

10 Desember 2022 - 08:15 WIB

Citi Bank Home Credit
Trending di Ekonomi