Menu

Mode Gelap
Kapan Musim Kemarau 2024? Begini Penjelasan BMKG Kota Semarang Dikepung Banjir Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua Makhamah Konstitusi 2023-2028 Bawaslu: Empat Kabupaten dan Kota di Papua Rawan Tinggi Dalam Pemilu 2024 GBT Siap Gelar Piala Dunia U-17

Ekonomi · 28 Jul 2022 10:55 WIB ·

Generasi Muda Harus Mampu Menjadi Lokomotif Perubahan


 Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan generasi muda agar menjadi lokomotif perubahan, dalam pertemuan yang dilakukan secara virtual, Kamis, 28/07. (Foto: Kemenko Perekonomian) Perbesar

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan generasi muda agar menjadi lokomotif perubahan, dalam pertemuan yang dilakukan secara virtual, Kamis, 28/07. (Foto: Kemenko Perekonomian)

JURNALPOST, Jakarta – Indonesia menandai tonggak baru dalam penyelenggaraan Presidensi G20 dalam hal keragaman. Yaitu dengan dihadirkannya komunitas yang selama ini kurang terwakili. Seperti penyandang disabilitas dan pemuda (Y20) sebagai official observers.

Hal tersebut sejalan dengan kegiatan Tanoto Scholars Gathering 2022 bertema “Leading Sustainable Impact In Adversity”. Di mana tujuannya agar perubahan menjadi bermakna dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kepentingan seluruh kelompok termasuk kelompok rentan.

Dengan itu Indonesia berharap dapat mewujudkan dan mengimplementasikan 3 prioritas Presidensi G20 Indonesia, yakni arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi.

Terkait transformasi ekonomi berbasis digital, pada tahun 2030 Indonesia diperkirakan akan memperoleh bonus demografi sekitar 64% dari total penduduk produktif.

Keuntungan demografi itu diprediksi akan membuka peluang penciptaan tenaga kerja, perkembangan ekonomi, dan memacu pertumbuhan sektor-sektor pembangunan lainnya.

Disaat yang bersamaan, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia diproyeksi akan mencapai US$323,6 miliar dan Indonesia diperkirakan membutuhkan 9 juta talenta digital.

“Untuk menyiapkan generasi muda bekerja di era Industri 4.0, Pemerintah terus mendorong melalui berbagai program. Salah satunya adalah Program Kartu Prakerja dengan jumlah peserta 12,8 juta orang, yang mayoritas adalah anak muda,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekononomian Airlangga Hartarto secara virtual, Kamis (28/07).

Selain itu, Pemerintah juga mendorong Gerakan Nasional Literasi Digital (Digital Talent Scholarship, Siberkreasi, dan Digital Leadership Academy), dan Sea Labs Academy.

Hasil dari pengembangan talenta digital ini diperkirakan akan memberikan kontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB di tahun 2030, atau setara 16% dari PDB.

Balai Latihan Kerja juga telah didirikan di seluruh Indonesia untuk pelatihan kejuruan, yang biasanya disesuaikan dengan industri dan kebutuhan lokal.

Selain itu, program pelatihan stimulan yang secara khusus ditujukan untuk meningkatkan talenta digital juga telah dilaksanakan bekerja sama dengan perusahaan teknologi dan universitas.

Dalam keterangan persnya, Kemenko Perekonomian memastikan bahwa Pemerintah juga telah memberikan insentif kepada para pelaku industri.

Dukungan itu berupa penerapan kebijakan super tax deduction hingga 200% untuk industri yang berkontribusi dalam mengembangkan pendidikan kejuruan guna menghasilkan generasi wirausahawan baru yang kuat.

Semua kegiatan itu, imbuh Kemenko Perekonomian, dilakukan karena Pemerintah menyadari bahwa kaum muda memiliki potensi tidak terbatas untuk menciptakan pekerjaan mereka sendiri.

Dan kaum muda dapat melakukannya dengan cara yang berkelanjutan dan inklusif. Selama mereka diberi dasar yang kuat untuk memulai sebuah ekosistem yang kondusif untuk berkembang dan mendorong inovasi.

Baca juga:
Kemenkeu: Pendapatan Negara Tumbuh Signifikan
APBN Hadir sebagai Shock Absorber Dampak Peningkatan Resiko Global

“Kita perlu mempersiapkan diri agar potensi itu dapat dimanfaatkan secara maksimal. Dan saya berkeyakinan bahwa para Tanoto Scholars dapat terus mengajak dan memberikan contoh sebagai agent of change atau agent of development kepada para generasi muda lainnya, agar bisa menjadi lokomotif perubahan,” pungkas Menko Airlangga.

Penulis: Micky Wijaya
Editor: Djali Achmad

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gaji 5 Juta Kini Kena Pajak?

3 Januari 2023 - 07:14 WIB

Gaji 5 Juta Kini Kena Pajak?

Menko Luhut: Penggunaan Sistim Digitalisasi Pelabuhan Indonesia Akan Lebih Efesien dan Hindari Korupsi

28 Desember 2022 - 14:34 WIB

Digitalisasi Pelabuhan

Dukung Pengembangan Electric Vehicle, Menko Airlangga Dorong Investasi Sektor Industri Otomotif

27 Desember 2022 - 15:56 WIB

Menko Airlangga

Kabupaten Kudus Gelar UMKM Expo Guna Dongkrak Pengembangan Ekonomi Kreatif

19 Desember 2022 - 07:10 WIB

UMKM Ecoprint

Pelaku Usaha IKM Gunungsitoli Dilatih Membuat Keripik Gamumu

12 Desember 2022 - 16:19 WIB

Kripik Gamumu

Citi Bersama Home Credit Dukung Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai 275 Miliar

10 Desember 2022 - 08:15 WIB

Citi Bank Home Credit
Trending di Ekonomi