Menu

Mode Gelap
Kapan Musim Kemarau 2024? Begini Penjelasan BMKG Kota Semarang Dikepung Banjir Suhartoyo Terpilih Menjadi Ketua Makhamah Konstitusi 2023-2028 Bawaslu: Empat Kabupaten dan Kota di Papua Rawan Tinggi Dalam Pemilu 2024 GBT Siap Gelar Piala Dunia U-17

Ekonomi · 13 Jun 2022 13:15 WIB ·

Di Asia Tenggara, Indonesia Tujuan Investasi Terpopuler


 Ilustrasi: Di Asia Tenggara, Indonesia Tujuan Investasi Terpopuler. (Foto: Kemenkeu) Perbesar

Ilustrasi: Di Asia Tenggara, Indonesia Tujuan Investasi Terpopuler. (Foto: Kemenkeu)

JURNALPOST, Jakarta – Indonesia kini menjadi destinasi investasi ekonomi digital terpopuler di Asia Tenggara. Tren positif perkembangan ekonomi digital dan nilai transaksi ekonomi digital yang mencapai Rp 400 triliun, menjadi pemicu perkembangan pesat ekonomi digital Indonesia.

Pada tahun 2021, nilai transaksi e-commerce Indonesia berhasil mencapai Rp 401,25 triliun dengan volume transaksi sebesar 1,73 miliar. Sedangkan, hasil studi Google, Temasek dan Bain & Company (2021) menunjukkan bahwa nilai investasi ekonomi digital Indonesia sepanjang quarter 1 tahun 2021 mencapai USD 4,7 miliar dan telah melampaui nilai tertinggi selama empat tahun terakhir.

“Capaian tersebut menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi terpopuler di Asia Tenggara, melampaui Singapura,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam pers rilisnya, Senin (11/4/2022).

Karena itu, pemerintah berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan ekonomi digital di Indonesia.Kerangka pengembangan ekonomi digital disiapkan pemerintah.

Ini menjadi salah satu strategi utama transformasi ekonomi Indonesia dan ditujukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Berbagai potensi yang dimiliki Indonesia dapat memperkuat peluang akselerasi perkembangan ekonomi digital.

“Kerangka ini akan menjadi guideline dalam mewujudkan visi menjadi kekuatan ekonomi digital yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terhubung dan berkelanjutan,” ujar Airlangga.

Pemerintah, imbuhnya, juga turut mendukung kemajuan industri digital agar dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif. Peraturan tentang saham dengan hak suara multiple (multiple voting shares) yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun lalu.

Hal ini membuka peluang bagi PT Goto alias PT Gojek Tokopedia Tbk dan start up lainnya untuk melakukan Initial Publik Offering (IPO) di Indonesia.

“Dengan adanya IPO GoTo diharapkan lebih banyak investor terpengaruh dengan perkembangan industri digital Indonesia, sehingga menarik investasi masuk ke perusahaan-perusahaan rintisan Indonesia,” harap Airlangga.

IPO GoTo, masih kata Airlangga, diharapkan dapat mendorong lebih banyak investor ritel baru. Terutama kalangan anak muda untuk berinvestasi di pasar modal serta menjadi bagian dari pertumbuhan pesat industri digital.

PT GoTo sebagai salah satu start up Indonesia telah tumbuh menjadi Decacorn pertama di Indonesia. IPO merupakan langkah awal yang baik bagi GoTo untuk meningkatkan kontribusi dan melanjutkan transformasi menjadi perusahaan teknologi terdepan yang mampu bersaing dengan perusahaan raksasa teknologi asing.

Penulis: Micky Wijaya
Editor: Enrico R. Nikijuluw

 

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gaji 5 Juta Kini Kena Pajak?

3 Januari 2023 - 07:14 WIB

Gaji 5 Juta Kini Kena Pajak?

Menko Luhut: Penggunaan Sistim Digitalisasi Pelabuhan Indonesia Akan Lebih Efesien dan Hindari Korupsi

28 Desember 2022 - 14:34 WIB

Digitalisasi Pelabuhan

Dukung Pengembangan Electric Vehicle, Menko Airlangga Dorong Investasi Sektor Industri Otomotif

27 Desember 2022 - 15:56 WIB

Menko Airlangga

Kabupaten Kudus Gelar UMKM Expo Guna Dongkrak Pengembangan Ekonomi Kreatif

19 Desember 2022 - 07:10 WIB

UMKM Ecoprint

Pelaku Usaha IKM Gunungsitoli Dilatih Membuat Keripik Gamumu

12 Desember 2022 - 16:19 WIB

Kripik Gamumu

Citi Bersama Home Credit Dukung Fasilitas Pembiayaan Sosial Senilai 275 Miliar

10 Desember 2022 - 08:15 WIB

Citi Bank Home Credit
Trending di Ekonomi